Deskripsi
Studi Kasus Nyata
Dalam sebuah operasi tambang nikel laterit, terjadi selisih kadar signifikan antara hasil sampling pit dan hasil analisis saat pengapalan. Investigasi menunjukkan kesalahan pada teknik sampling, pengendalian moisture, serta pencampuran stockpile yang tidak terkontrol. Akibatnya, perusahaan menghadapi klaim kualitas dari pembeli dan potensi kerugian finansial miliaran rupiah. Kasus ini menegaskan pentingnya sistem QAQC terintegrasi dari pit hingga reconciliation.
Latar Belakang
Pengendalian kualitas bijih nikel merupakan tantangan kritis dalam rantai produksi, mulai dari eksplorasi, penambangan, hauling, stockpiling, hingga loading. Ketidaktepatan sampling, kesalahan preparasi laboratorium, pengelolaan moisture yang buruk, serta stockpile blending yang tidak terkontrol dapat menyebabkan ore dilution, misclassification, hingga dispute kualitas dengan buyer.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan aplikatif mengenai sistem Quality Assurance & Quality Control (QAQC) yang efektif dan terintegrasi guna meminimalkan risiko teknis dan finansial.
Tujuan Pelatihan
- Memahami sistem QAQC secara menyeluruh dalam rantai proses penambangan nikel
- Menjamin kualitas ore sesuai spesifikasi pasar dan kontrak pembeli
- Meningkatkan akurasi sampling, preparasi, dan analisis laboratorium
- Mengendalikan potensi loss, klaim kualitas, dan risiko finansial
- Meningkatkan kompetensi tim lapangan dan laboratorium
- Mendukung kepatuhan terhadap standar industri dan praktik terbaik QAQC
Materi Pelatihan
- Introduction to Nickel Ore & Market Requirement
- Konsep dasar QA & QC dalam pertambangan nikel
- Grade control di pit
- Teknik sampling yang representatif dan sesuai standar
- Preparasi sampel & analisis laboratorium
- Stockpile management & ore blending
- Moisture control management
- Reconciliation dan data management
- Risiko serta dampak finansial kesalahan QAQC
- Best practice & continuous improvement dalam sistem QAQC tambang nikel

