Deskripsi
Di sebuah tambang terbuka, tim operasi mempercepat produksi dengan mempercuram sudut lereng dan membuka beberapa bench lebih cepat dari rencana. Secara visual lereng tampak stabil, sehingga perubahan dianggap aman tanpa evaluasi teknis ulang. Namun setelah periode hujan tinggi, terjadi longsor besar yang menutup jalur hauling utama. Produksi berhenti berminggu-minggu, biaya pembersihan dan redesign membengkak, dan target tahunan gagal tercapai. Investigasi menunjukkan akar masalahnya adalah keputusan operasional tanpa analisis geoteknik dan kontrol berbasis data aktual.
Jadi, Mengapa Training ini Penting?
Latar Belakang
Mining operation merupakan tahap krusial dalam siklus penambangan yang berperan sebagai eksekutor dari seluruh perencanaan tambang. Perencanaan yang baik tidak akan menghasilkan kinerja optimal tanpa pemahaman operasional yang kuat di lapangan.
Kesalahan dalam pengelolaan top soil, overburden, maupun pengambilan mineral berharga dapat berdampak pada efisiensi biaya, keselamatan kerja, serta produktivitas alat. Oleh karena itu, pemahaman dasar dan teknis mengenai open pit mining menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efektivitas, kontrol produksi, dan pencapaian target tambang.
Tujuan Pelatihan
- Memahami konsep dasar operasi tambang terbuka (open pit mining)
- Memahami tahapan teknis pengelolaan top soil, overburden, dan mineral berharga
- Mampu menghitung dan menganalisis produksi serta produktivitas alat
- Mampu melakukan evaluasi pencapaian target produksi secara akurat
- Mampu menyusun kajian teknis berbasis data aktual lapangan
Materi Pelatihan
- Pengenalan mining operation dan metode open pit mining
- Pengelolaan teknis bukaan tanah penutup hingga pengambilan mineral berharga
- Konsep produksi, produktivitas, dan metode perhitungannya
- Analisis Pareto problem di area kerja
- Pembuatan dashboard report

