Deskripsi
📌 STUDI KASUS (Real Case)
Sebuah tambang nikel laterit di Halmahera mengalami banjir pit yang menghentikan operasi selama dua minggu akibat sistem drainase yang tidak terencana dengan baik. Analisis pasca-kejadian menunjukkan bahwa perencanaan tambang tidak mempertimbangkan karakteristik hidrologi dan hidrogeologi setempat secara terintegrasi. Di sisi lain, lereng tambang mengalami deformasi akibat kondisi air tanah yang tidak terpantau. Kedua masalah ini sebenarnya bisa diantisipasi sejak tahap perencanaan jika tiga disiplin ilmu, hidrologi, hidrogeologi, dan geoteknik, diintegrasikan sejak awal.
📌 LATAR BELAKANG
Hydrology, hydrogeology, dan geotechnical engineering merupakan aspek fundamental dalam pengembangan tambang nikel laterit. Integrasi ketiga disiplin ini ke dalam perencanaan tambang strategis menjadi bagian penting dari penerapan kaidah pertambangan yang baik. Pemahaman yang tepat terhadap aspek air permukaan, air tanah, serta kestabilan lereng membantu melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar sekaligus meminimalkan risiko yang dapat terjadi selama kegiatan operasional penambangan. Pendekatan yang terintegrasi juga mendukung pengambilan keputusan teknis yang lebih efektif dan berkelanjutan.
📌 TUJUAN PELATIHAN
- Memahami dasar-dasar hidrologi, hidrogeologi, dan geoteknik pada endapan nikel laterit.
- Memahami metode investigasi lapangan dan pengujian laboratorium untuk mendukung perencanaan tambang.
- Mengembangkan strategi manajemen risiko terkait air dan kestabilan lereng.
- Memahami sistem pengelolaan air tambang yang efektif.
- Mampu melakukan analisis kestabilan lereng dengan mempertimbangkan kondisi air tanah.
- Memahami aspek kepatuhan regulasi dan pelaporan teknis pertambangan.
📌 MATERI PELATIHAN
- Introduction to Laterite Nickel Mining.
- Hydrology, Hydrogeology and Geotechnical Investigation.
- Hydrology and Hydrogeology in Nickel Laterite Deposit.
- Geotechnical Slope Stability for Nickel Laterite.
- Regulatory Alignment.

