Deskripsi
ANALISA KINEMATIKA POTENSI LONGSOR PADA DINDING TAMBANG DAN REKOMENDASI ARAH DESAIN JANGKA PENDEK
REAL CASE
Sebuah tambang terbuka mengalami longsoran pada area highwall saat aktivitas penambangan sedang berlangsung. Investigasi menunjukkan bahwa arah desain lereng tidak mempertimbangkan orientasi joint dan struktur geologi dominan di lapangan. Akibatnya, terjadi wedge failure yang menyebabkan gangguan operasional, perbaikan lereng darurat, peningkatan biaya maintenance, hingga keterlambatan target produksi.
Dalam banyak kasus, potensi kegagalan seperti ini sebenarnya dapat diidentifikasi lebih awal melalui analisa kinematika longsor, interpretasi data fracture, dan evaluasi arah lereng terhadap struktur geologi. Karena itu, pemahaman mengenai pengambilan data struktur geologi, analisa stereonet, hingga penyusunan rekomendasi desain jangka pendek menjadi sangat penting untuk mendukung operasional tambang yang lebih aman dan efisien.
Latar Belakang
Geotechnical failure akibat desain tambang yang tidak mengakomodasi kondisi struktur geologi dapat mengganggu operasional penambangan dan meningkatkan kebutuhan perbaikan lereng serta biaya maintenance. Pelatihan ini memberikan pemahaman mengenai analisa kinematika longsor, pengambilan data struktur geologi, serta penyusunan rekomendasi geoteknik untuk mendukung desain tambang yang lebih aman, efektif, dan efisien dalam kegiatan operasional pertambangan terbuka.
Tujuan Pelatihan
- Memahami alur komunikasi kerja geotechnical engineer di industri pertambangan
- Menguasai konsep kegagalan lereng tambang
- Memahami teknik pengambilan data fracture
- Mampu melakukan analisa kinematik longsor menggunakan perangkat lunak
- Menguasai penyusunan laporan teknis rekomendasi geoteknik
Materi Pelatihan
- Pengenalan Geoteknik Tambang Terbuka
- Konsep Desain Tambang dan Jenis Longsor
- Teknik Pengambilan Data Struktur Geologi
- Analisa Kinematik Potensi Longsor
- Studi Kasus Evaluasi Lereng Tambang
- Best Practice Data Collection & Rekomendasi Geoteknik
