Deskripsi
📌 STUDI KASUS (Real Case)
Sebuah proyek eksplorasi nikel laterit di Sulawesi menyampaikan resource estimate dengan total 15 juta ton ore grade 1.8% Ni. Saat audit dilakukan sebelum pengeboran infill, ditemukan bahwa 30% CRM batch selama 6 bulan terakhir fail di luar accepted range — namun tidak pernah dievaluasi. Setelah re-assay dan koreksi database, resource turun menjadi 11 juta ton dengan grade 1.5% Ni. Keputusan investasi yang hampir diambil berdasarkan angka awal berpotensi menyebabkan kerugian ratusan miliar rupiah.
📌 LATAR BELAKANG
Pelatihan ini memberikan pemahaman mendasar mengenai penerapan QAQC dan validasi database dalam kegiatan eksplorasi serta estimasi sumberdaya nikel laterit. Peserta akan memahami bagaimana kualitas data eksplorasi mempengaruhi tingkat akurasi resource estimation dan pentingnya menjaga integritas database dalam proses pengambilan keputusan tambang. Materi disampaikan secara praktis, aplikatif, dan terstruktur sehingga mudah dipahami oleh fresh graduate maupun praktisi junior yang ingin memahami alur pengelolaan data eksplorasi dari proses sampling hingga interpretasi resource secara komprehensif dan sistematis di industri pertambangan.
📌 TUJUAN PELATIHAN
- Memahami konsep dasar QAQC dalam menjamin kualitas data eksplorasi nikel laterit.
- Menjelaskan proses dan pentingnya validasi database sebelum digunakan dalam estimasi sumberdaya.
- Memahami hubungan antara kualitas data dengan akurasi hasil resource estimation.
- Meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya integritas data dalam pengambilan keputusan operasional tambang.
📌 MATERI PELATIHAN
- Fundamental QAQC pada Nikel Laterit
- Jenis dan Fungsi Sample QAQC
- Proses Database Validation Eksplorasi
- Pengecekan Error dan Integritas Data
- Pengaruh Kualitas Data terhadap Resource Estimation
- Studi Kasus QAQC dan Database Tambang
