Deskripsi
📌 STUDI KASUS (Real Case)
Sebuah tambang batubara di Kalimantan mengalami keruntuhan lereng waste dump setelah hujan deras berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Investigasi menunjukkan bahwa sistem underdrainage tidak mampu mengalirkan seepage secara memadai, sehingga muka air freatik naik drastis dan menyebabkan tekanan air pori melampaui batas aman. Tidak ada model hidrogeologi yang pernah dibuat sebelumnya — keputusan desain diambil tanpa dasar analisis aliran air tanah yang terstruktur. Kerugian operasional mencapai miliaran rupiah akibat penghentian produksi dan rekonstruksi fasilitas.
📌 LATAR BELAKANG
Waste dump facilities merupakan infrastruktur kritis dalam operasi pertambangan yang secara langsung memengaruhi kondisi hidrogeologi kawasan tambang. Infiltrasi air hujan ke dalam timbunan berpotensi menimbulkan aliran rembesan (seepage), perubahan muka air tanah lokal, serta peningkatan tekanan air pori yang mengancam stabilitas lereng dan efektivitas sistem drainase. Pemahaman mendalam terhadap proses hidrogeologi pada waste dump menjadi fondasi penting dalam perencanaan, operasi, dan mitigasi risiko air tambang secara berkelanjutan.
📌 TUJUAN PELATIHAN
- Memahami proses hidrogeologi yang terjadi pada waste dump facilities.
- Memahami konsep infiltrasi, recharge, aliran air tanah, dan seepage pada timbunan tambang.
- Mengembangkan model konseptual hidrogeologi sebagai dasar analisis.
- Memahami prinsip dasar pemodelan numerik aliran air tanah menggunakan MODFLOW.
- Melakukan simulasi sederhana untuk mengevaluasi pola aliran air dan seepage pada waste dump.
- Menginterpretasikan hasil pemodelan untuk mendukung pengambilan keputusan teknis.
📌 MATERI PELATIHAN
- Konsep dasar hidrogeologi dan seepage.
- Sistem underdrainage pada waste dump facilities.
- Pengembangan model konseptual hidrogeologi.
- Pengenalan MODFLOW dan komponen model.
- Penyusunan model numerik sederhana.
- Simulasi seepage dan estimasi debit underdrain.
- Interpretasi hasil dan studi kasus aplikasi tambang.
