Cover Manajemen Risiko Geoteknik, Studi Kasus Kegagalan Geoteknik dan Pembelajaran Implementatif

Manajemen Risiko Geoteknik, Studi Kasus Kegagalan Geoteknik dan Pembelajaran Implementatif

jul
18

18 July 2026 - 19 July 2026

09:00 - 12:00

Lihat Detail

Deskripsi

📌 STUDI KASUS (Real Case)

Pada salah satu tambang batubara terbuka di Kalimantan, longsoran highwall terjadi saat operasi penggalian berlangsung. Data inclinometer sebelumnya menunjukkan pergerakan progresif yang tidak ditindaklanjuti karena tidak adanya TARP yang jelas. Akibatnya, dua unit alat berat tertimbun dan produksi terhenti selama lebih dari dua minggu. Investigasi menemukan bahwa Geotechnical Management Plan tidak diimplementasikan di lapangan — hanya ada di dokumen. Kasus ini menjadi pembelajaran konkret tentang pentingnya manajemen risiko geoteknik yang aktif, bukan sekadar formalitas administratif.

📌 LATAR BELAKANG

Industri pertambangan terbuka menghadapi berbagai risiko geoteknik yang dapat memengaruhi keselamatan, keberlanjutan operasi, dan efisiensi produksi. Kompleksitas geologi, variabilitas litologi, dan perubahan hidrologi sering memicu ketidakstabilan lereng seperti longsoran dan runtuhan batuan. Manajemen risiko geoteknik menjadi kunci untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi bahaya tersebut secara sistematis. Webinar ini akan membahas prinsip-prinsip manajemen risiko, pemantauan dan analisis kestabilan lereng, penggunaan teknologi modern, serta studi kasus kegagalan geoteknik sebagai pembelajaran praktis bagi para profesional tambang.

📌 TUJUAN PELATIHAN

  • Memahami konsep dasar risiko geoteknik pada tambang terbuka.
  • Mengidentifikasi dan menganalisis bahaya geoteknik pada lereng tambang.
  • Memahami evaluasi & klasifikasi risiko berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan kejadian.
  • Menentukan strategi manajemen risiko berbasis teknologi pemantauan.
  • Menganalisis studi kasus kegagalan geoteknik dan pembelajaran implementatif.
  • Meninjau regulasi dan standar keselamatan terkait manajemen risiko geoteknik.

📌 MATERI PELATIHAN

  • Peran dan tanggung jawab Geotech Engineer di tambang.
  • Bahaya geoteknik pada tambang terbuka: jenis dan karakteristik.
  • Pengaruh faktor geologi, litologi, hidrologi, dan geometri lereng terhadap stabilitas.
  • Identifikasi bahaya: inspeksi visual, monitoring data, dan analisis perangkat lunak.
  • Metode evaluasi risiko: kuantitatif, kualitatif, dan Critical Control Management.
  • Implementasi Geotechnical Management Plan (GMP).
  • Teknologi pemantauan: inclinometer, piezometer, radar stabilitas lereng, dan pemetaan drone.
  • Simulasi manajemen risiko geoteknik: identifikasi, analisis, klasifikasi, mitigasi, dan pembuatan Peta Bahaya Geoteknik.
  • Penggunaan perangkat lunak geoteknik untuk mitigasi risiko dan meningkatkan kesadaran geoteknik.

Syarat dan Ketentuan

1. Peserta yang telah menyelesaikan pembayaran wajib melakukan konfirmasi kehadiran H-1 sebelum pelatihan melalui: lenusa.id/zoomhadir 2. Link Zoom, ID Meeting, dan materi pendukung akan dikirimkan melalui email dan whatsapp juga 3. Lenusa berkomitmen menyelenggarakan pelatihan sesuai jadwal pada poster. Namun dalam kondisi tertentu (misalnya kendala teknis atau alasan pribadi fasilitator), jadwal dapat diubah. Jika terjadi perubahan, peserta akan diinformasikan dan dijadwalkan ulang. 4. Perubahan jadwal tidak dianggap sebagai pembatalan acara, melainkan penjadwalan ulang. 5. Biaya pendaftaran yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan, namun dapat dialihkan ke training lainnya 6. Peserta wajib menggunakan nama asli saat masuk ke Zoom untuk keperluan absensi dan sertifikat. 7. Peserta wajib menggunakan background yang sudah diberikan pihak Litologi by Lenusa masuk ke Zoom untuk keperluan kesetaraan. 8. Sertifikat, materi training, dan rekaman zoom akan dikirimkan maksimal 3 hari kerja setelah pelatihan selesai. 9. Dilarang merekam, mendistribusikan, atau menyebarluaskan materi pelatihan tanpa izin tertulis dari Lenusa. 10. Jika peserta berhalangan hadir, akses rekaman ttap akan diberikan setelah training selesai dan dijamin hal ini untuk semua kelas. 11. Materi pelatihan hanya untuk penggunaan pribadi peserta dan tidak diperbolehkan diperjualbelikan. 12. Peserta bertanggung jawab atas kestabilan koneksi internet dan perangkat masing-masing. 13. Lenusa berhak membatalkan atau menjadwal ulang pelatihan apabila jumlah peserta tidak memenuhi kuota minimum. 14. Peserta yang mengganggu jalannya pelatihan (spam, tindakan tidak profesional, dll.) dapat dikeluarkan dari sesi tanpa pengembalian biaya. 15. Dengan melakukan pembayaran, peserta dianggap menyetujui seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lihat Detail

Loading...