Deskripsi
📌 STUDI KASUS (Real Case)
Pada salah satu tambang batubara terbuka di Kalimantan, longsoran highwall terjadi saat operasi penggalian berlangsung. Data inclinometer sebelumnya menunjukkan pergerakan progresif yang tidak ditindaklanjuti karena tidak adanya TARP yang jelas. Akibatnya, dua unit alat berat tertimbun dan produksi terhenti selama lebih dari dua minggu. Investigasi menemukan bahwa Geotechnical Management Plan tidak diimplementasikan di lapangan — hanya ada di dokumen. Kasus ini menjadi pembelajaran konkret tentang pentingnya manajemen risiko geoteknik yang aktif, bukan sekadar formalitas administratif.
📌 LATAR BELAKANG
Industri pertambangan terbuka menghadapi berbagai risiko geoteknik yang dapat memengaruhi keselamatan, keberlanjutan operasi, dan efisiensi produksi. Kompleksitas geologi, variabilitas litologi, dan perubahan hidrologi sering memicu ketidakstabilan lereng seperti longsoran dan runtuhan batuan. Manajemen risiko geoteknik menjadi kunci untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi bahaya tersebut secara sistematis. Webinar ini akan membahas prinsip-prinsip manajemen risiko, pemantauan dan analisis kestabilan lereng, penggunaan teknologi modern, serta studi kasus kegagalan geoteknik sebagai pembelajaran praktis bagi para profesional tambang.
📌 TUJUAN PELATIHAN
- Memahami konsep dasar risiko geoteknik pada tambang terbuka.
- Mengidentifikasi dan menganalisis bahaya geoteknik pada lereng tambang.
- Memahami evaluasi & klasifikasi risiko berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan kejadian.
- Menentukan strategi manajemen risiko berbasis teknologi pemantauan.
- Menganalisis studi kasus kegagalan geoteknik dan pembelajaran implementatif.
- Meninjau regulasi dan standar keselamatan terkait manajemen risiko geoteknik.
📌 MATERI PELATIHAN
- Peran dan tanggung jawab Geotech Engineer di tambang.
- Bahaya geoteknik pada tambang terbuka: jenis dan karakteristik.
- Pengaruh faktor geologi, litologi, hidrologi, dan geometri lereng terhadap stabilitas.
- Identifikasi bahaya: inspeksi visual, monitoring data, dan analisis perangkat lunak.
- Metode evaluasi risiko: kuantitatif, kualitatif, dan Critical Control Management.
- Implementasi Geotechnical Management Plan (GMP).
- Teknologi pemantauan: inclinometer, piezometer, radar stabilitas lereng, dan pemetaan drone.
- Simulasi manajemen risiko geoteknik: identifikasi, analisis, klasifikasi, mitigasi, dan pembuatan Peta Bahaya Geoteknik.
- Penggunaan perangkat lunak geoteknik untuk mitigasi risiko dan meningkatkan kesadaran geoteknik.
