Deskripsi
📌 STUDI KASUS (Real Case)
Sebuah tambang nikel laterit di Sulawesi mengalami penolakan kargo oleh buyer Tiongkok akibat kadar Ni aktual di bawah kontrak sebesar 0.15%. Investigasi menemukan serangkaian masalah: teknik sampling di pit tidak representatif, preparasi sampel di lab tidak konsisten, dan blending stockpile dilakukan berdasarkan estimasi visual tanpa data analisis. Kerugian mencapai lebih dari Rp 3 miliar dalam satu shipment — belum termasuk denda penalti kontrak dan biaya reinspeksi. Seluruh masalah berakar dari sistem QA/QC yang tidak terintegrasi antar departemen.
📌 LATAR BELAKANG
Pengendalian kualitas bijih merupakan aspek penting dalam operasional pertambangan nikel, mulai dari kegiatan penambangan hingga pengapalan. Tantangan seperti ore loss, ore dilution, kontaminasi, dan ketidaksesuaian kadar dapat memengaruhi kualitas produk serta nilai ekonomi tambang. Oleh karena itu, penerapan sistem QA/QC yang terintegrasi dan konsisten diperlukan untuk memastikan kualitas bijih tetap sesuai spesifikasi serta mendukung efektivitas operasional tambang.
📌 TUJUAN PELATIHAN
- Menjamin kualitas ore sesuai spesifikasi.
- Memahami proses QA & QC secara menyeluruh.
- Meningkatkan akurasi sampling dan analisis.
- Mengendalikan loss dan risiko finansial.
- Meningkatkan kompetensi tim lapangan dan laboratorium.
- Mendukung kepatuhan regulasi.
📌 MATERI PELATIHAN
- Konsep Dasar QA & QC dalam Pertambangan.
- Grade Control di Pit.
- Teknik Sampling yang Benar.
- Preparasi & Analisis Laboratorium.
- Stockpile Management & Ore Blending.
- Moisture Control Management.
- Reconciliation & Data Management.
- Risiko & Dampak Finansial Kesalahan QAQC.
- Best Practice & Continuous Improvement.
